Disaat ada orang lain yang memaki anda , biasanya anda terpancing untuk membalas memakinya..
Disaat ada orang yang ' mlengos' di depan anda, anda pun biasanya membalasnya dengan cara yang serupa atau bahkan lebih keras dari yang dia lakukan...
Namun,,, pernahkah terbesit di hati anda rasa iba kepada orang yang berbuat jahat kepada anda tersebut??
Pernahkah anda berkeinginan untuk memberikan HADIAH karena ia telah menghina, memaki,memusuhi anda ??
Alih-alih hadiah, sekedar mengucap salam ketika berjumpa dengannya, atau mungkin berkunjung ke rumahnya saja mungkin terlalu berat untuk anda lakukan..
Karena itu wajar bila kondisi buruk ini terus berkepanjangan bahwa terwariskan kepada anak cucu kita..
Saudaraku, simaklah kiat manjur berikut agar kondisi negatif di atas dapat berubah menjadi positif secepatnya..
" Tentu tidaklah sama antara kebajikan dengan kejahatan. Balaslah dengan cara-cara yang lebih baik, Niscaya dalam sekejap antara dirimu dan orang yang memusuhimu akan terjalin hubungan baik, seakan-akan dia adalah pembelamu yang paling setia. " ( Fusshilat 34 )
Memang terasa berat , dimusuhi malah memaafkan bahkan memberinya hadiah.
Di ' plongosi' malah tersenyum dan mengucap salam kepadanya..
Namun , percayalah bahwa sejatinya itu tidaklah sulit bila kita memiliki jiwa yang besar hati yang lebar..
Adanya rasa berat, sejatinya adalah bukti betapa kerdilnya jiwa kita..
Karena itu setelah ayat di atas Allah berfirman :
" Sikap itu tidaklah dikaruniakan kecuali kepada orang-orang yang bersabar dan tidaklah dikaruniakan kecuali orang-orang yang dapat keberuntungan besar " . ( Fusshilat 35 )
Marilah kita belajar menjadi orang-orang yang berjiwa besar, walaupun tubuh kita kecil, agar kita beruntung besar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar